Lombok Barat - Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Senin, 6 Desember 2021 telah menyebabkan ribuan warga di empat kecamatan di Lombok Barat mengungsi. Bencana ini terjadi di Empat kecamatan di Lombok Barat antara lain kecamatan Batulayar, Gunungsari, Lingsar dan Sekotong. Ribuan rumah rusak akibat bencana yang terjadi karena cuaca ekstrim yang disebabkan oleh badai la nina. 


Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat ditemui usai rapat evaluasi penanganan bencana di Kantor Camat Gunung Sari, Rabu, 8 Desember 2021 memerintahkan kepada OPD untuk memperhatikan para pengungsi khususnya anak anak. Ia memrintahkan OPD terkait untuk dapat memberikan Trauma Healing kepada anak anak korban bencana banjir dan tanah longsor yang tersebar di empat kecamatan. "Saya perintahkan semua bergerak cepat dan memperhatikan para pengungsi khususnya anak anak agar dapat memperoleh trauma healing" ujarnya. 


Bupati Fauzan mengatakan bahwa hal ini diperlukan agar anak anak tidak trauma terhadap bencana yang terjadi. Ia juga memerintahkan kepada OPD terkait yaitu Dikbud agar memperhatikan anak anak khususnya anak sekolah. Hal ini penting karena baju seragam dan buku buku anak sekolah pasti rusak akibat diterjang banjir. "Saya perintahkan kepada OPD terkait untuk bergerak cepat perhatikan anak anak sekolah khususnya untuk seragam dan buku tulis" ujarnya.


Bupati dua periode ini juga memerintahkan jajarannya untuk menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir. Selain itu ia juga memerintahkan agar OPD menyedikan toilet umum dan sanitasi di lokasi pengungsian. Hal ini agar masyarakat yang mengungsi memperoleh pelayanan maksimal dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. 


Sebelumnya bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akibat tingginya curah hujan sejak minggu, 5 Desember 2021 hingga Senin, 6 Desember 2021 menyebabkan ribuan masyarakat mengungsi. Selain itu bencana ini juga telah menyebabkan 5 orang meninggal dunia di dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat Kecamatan Batulayar. Bupati Lombok Barat beserta jajaranya dibantu TNI dan Polri serta semua pihak bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal pasca bencana dengan mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum. Sementara proses evakuasi dan pencarian korban dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, POLRI, Basarnas dan masyarakat.(red)