Breaking News

Kapolres Akan Tindak Tegas, Bila Ditemukan Masyarakat Menjadikan Pilkades Sebagai Ajang Perjudian


LOMBOK UTARA, NTB - Kepala Kepolisian ( Kapolres ) Lombok Utara ( Lotara ) AKBP I Wayan Sudarmanta, SIK., M.H., didampingi Wakapolres Kompol Samnurdin,SH, Kabag Ops Kompol Raditya Suharta, S.H S.I.K serta para pejabat utama Polres Lotara hari ini Senin (20/12) memimpin apel Pergeseran Pasukan (Serpas) dalam rangka pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Lombok Utara yang akan berlangsung Selasa, (21/12) besok. 

 

Kapolres mengatakan pengamanan Pilkades Serentak akan berlangsung di 13 desa yang tersebar di lima kecamatan, antara lain Desa Menggala, Desa Sokong, Desa Samaguna, Desa Selelos, Desa Segara Katon, Desa Rempek Darussalam, Desa Kayangan, Desa Pendua, Desa Santong Mulia, Desa Pansor, Desa Gunjan Asri, Desa Andalan, dan Desa Batu Rakit.  




“Apel pergeseran pasukan ini merupakan bukti kesungguhan Polres Lotara untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lombok Utara yang aman, kondusif dan sehat, sesuai harapan bersama,” ujar AKBP Sudarmanta.

 

Kepada 202 personel yang bertugas, Kapolres mengingatkan untuk selalu menjaga sikap dan perilaku pada saat pengamanan di TPS dan jangan berlaku arogan serta benar-benar menjaga netralitas. 

 

"Perlu diingat, dalam Pilkades ini polisi tidak mempunyai hak dalam Pilkades terkecuali pengamanan. Jaga netralitas, anggota yang terkena Sprin Pengamanan Pilkades  dilarang membawa Senpi. Pedomani pasal 28 UURI No. 2 tahun 2002, bahwa anggota  Polri dilarang ikut berpolitik praktis baik langsung maupun tidak langsung. Dan apabila ada permasalahan di TPS, jangan ikut campur terkecuali telah diminta panitia Pilkades," tandasnya.

 

Kapolres menambahkan, tugas pengamanan TPS adalah tugas khusus, sehingga setiap anggota harus melakukan pengecekan lokasi TPS yang akan diamankan dan melakukan mapping situasi wilayah geografis serta karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing.

 

Selain itu Kapolres juga mengingatkan disiplin penerapan protokol kesehatan merupakan harga mati agar Pilkades serentak ini berjalan sesuai harapan dan tidak menjadi kluster baru pandemi Covid-19. Jika terjadi pelanggaran prokes agar melakukan tindakan tegas dengan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. 

 

Dalam pesta demokrasi tingkat Desa ini, Kapolres juga meminta kepada seluruh calon kades, tim sukses maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas Kamtibmas yang kondusif, baik menjelang maupun setelah pelaksanaan Pilkades.


Ditanya terkait tingkat kerawanan Pilkades di Kabupaten Lombok Utara  Kapolres menjawab


 "Kalo di lihat dari mapping wilayah semua punya potensi kerawanan, Polisi dalam hal ini sudah melakukan upaya - upaya penggalangan kepada tokoh masyarakat untuk menekan potensi kerawanan saat berlangsungnya pilkades"


Adakah Desa yang membutuhkan perhatian Khusus ? 


"Semua kita perhatikan dari hal - hal yang paling kecil agar jangan sampe menjadi potensi kerawanan yang menjadi ancaman besar. Pengamanan tertutup sudah kita sebar untuk menyerap semua informasi agar nantinya kapolres mengambil langkah dan upaya dalam menangani sedini mungkin.


Adakah Pemetaan Untuk titik - titik menonjol..? 


Untuk saat ini belum ada, Alhamdulilah  KLU sangat aman dari dulu. Namun pihak kepolisian dalam hal ini harus over estimete tetap siaga untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan yang ada.


Sebagaimana diketahui bahwa Pilkades memiliki Potensi terjadinya tindak perjudian, 


Bagaimanakah Polres Lombok Utara mengantisipasi hal tersebut ?


Kita akan tindak  tegas jika petugas di lapangan mendeteksi hal tersebut. Karna hal tersebut bertentangan dengan UUD.


Ancaman bagi masyarakat yang nekat dan tertangkap melakukan aksi perjudian pilkades (botoh), hukuman maksimalnya lima tahun penjara. (red) 

0 Komentar




Advertisement

Type and hit Enter to search

Close